sikap dan gerakan dasar pencak silat m zaidan b m
MUHAMMAD ZAIDANN BARKI MUSLIM
20060484056
2020B ( uts pencak silat ) paket 5
SIKAP DAN GERAKAN DASAR PENCAK SILAT
Pada beladiri pencak silat, sikap merupakan hal yang penting sekali dalam mengambil gerak-gerak selanjutnya. Sikap dan gerak akan mempengaruhi bentuk-bentuk pembelaan dan serangan. Dalam pencak silat, dikenal istilah jurus, jurus adalah dasar pencak silat yang merupakan senjata anatomi tubuh untuk mempertahankan diri dan batas serangan. Antara penyerang dan yang mempertahankan saling menggunakan jurus-jurusnya. Sikap dan gerak itu narti mempengaruhi juga posisi. bila posisi atau kedudukan sikap kita baik, mudah untuk memunahkan serangan lawan dengan jurus-jurus yang kita kehendaki.
Sebaliknya bila posisi atau kedudukan kita kurang baik, sukar untuk melaksanakan gerakan dengan baik. Bila kita mempunyai posisi yang baik akan lebih menguntungkan, lebih banyak kemungkinan melindungi bagian yang lemah dari tubuh kita sendiri, dan dapatmembatas menyerang bagian-bagian yang lemah dari lawan.
Sebaliknya bila posisi lemah atau kurang baik, kita mudah diserang bagian-bagian lemah kita, sehingga posisi kila rusak, sikap dan gerak kita kacau dan kurang terkontrol.
Pencak silat yang baik selalu berupaya agar pihak lawan selalu berada dalam posisi kedudukan yang tidak baik, misalnya dengan sikap dan gerak tipu menghilangkan keseimbangan lawan, sapuan kaki, ungkitan terhadari lawan dan sebagainya. Sikap dan gerak sebagai dasar pencak silat harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.
Sikap Dasar Pencak Silat.
Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak yang meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, ialah kesiapan fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah, ialah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga praktis dan efisien. a. Sikap berdiri.
Sikap berdiri pada pencak silat garis besamya ada tiga sikap, antara lain:
1) Sikap berdiri tegak
2) Sikap berdiri kangkang
3) Sikap berdiri kuda-kuda.
1) Sikap berdiri tegak.
- Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.
- Tumit rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat.
- Berat badan pada kedua kaki
- Bernafas wajar, melalui hidung.
Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak :
- Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping.
- Sikap tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang
- Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada
- Sikap tegak 4, kedua tangan silang di dada
Sikap berdiri tegak
Sikap tegak 1 digunakan untuk : Sikap slap, pada waktu berbaris Melakukan pemusatan diri, berdoa
Sikap awal melakukan gerakan
Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk : Sikap awal melakukan gerakan dasar Sikap awal melakukan elementer.
Sikap tegak 4 digunakan untuk :
Sikap awal melakukan gerakan teknik
Sikap awal melakukan sambung/bertanding
Sikap salam atau menghormat
Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dari a disertai dengan anggukan kepala, kemudian kernbali ke sikap tegak 1 lagi.
Sikap Salam/Menghormat
Sikap menghormat dilakukan pada waktu :
a. Setiap awal dan akhir pelajaran/lalihan kepada guru pelatih.
b. Memberi salam kepada teman.
Memakai dan mengakhiri perrnainan/pertandingan.
Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri.
Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang sikap berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, tundukkan kepala ditanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 tundukkan kepala ke bawah
Sikap istirahat
Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan.
Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baikbaik.
2) Sikap berdiri kangkang
Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil sikap dengan :
merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan ke kanan, atau
loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang.
3) Sikap berdiri kuda-kuda
Kuda adalah posisi tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balasserang. Masalah posisi dalam pencak silat, pada hakikatnya sebagian besar adalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap kedudukan kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar' kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila yang menyerang itu melakukan dengan tenaga yang kuat.
Perlu kita ketahui adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan bergerak. Pada keseimbanganbadan yang bergerak itu tidaklah mungkin, dan tidaklah tepat bila kedudukan kaki dilaksanakan sekuat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif.
Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak.
Sikap berdiri kuda-kuda terdir:
a) Kuda-kuda depan
b) Kuda-kuda belakang
c) Kuda-kuda tengah
d) Kuda-kuda samping
e) Kuda-kuda silang, terdiri dari: Kuda-kuda silang depan. Kuda-kuda silang belakang
a) Kuda-kuda depan
Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8 penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengahtengah titik 0. Bergerak kaki kin dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.
Arah delapan penjuru mata angin
b) Kuda-kuda belakang
Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong kebelakang atau ke depart, demikian juga jangan miring kiri atau ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak terhadari serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.
Langkah dengan angkatan tinggi
Dari sikap tegak ( satu kaki, paha kiri dan letak kaki kiri ke depan dengan kuda-kuda depan. Setelah mantap angkat kaki kanan paha datar, kemudian kaki kanan letakkan di depan dan seterusnya. Langkah tersebut dapat juga dilakukan dengan langkah silang.
Angkatan rendah : satu kaki diangkat biasa, kira-kira paha bersudut 30 derajat, letakkan kaki yang diangkat
Geseran.
Cara melangkah geseran : satu kaki digeser, ujung jari kaki atau tumit masih menyentuh lantai.
Letakkan kaki tersebut pada tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.
SERANGAN
Latar Belakang
Pencak Silat adalah seni bela diri, satu seni budaya bangsa Indonesia yang berkepribadian nasional dan yang benar-benar pada pandangan hidup bangsa yang ingin hidup damai. Pokok dasar ajaran pendak silat Indonesia, ialah : " Jangan mendahului , akan tetapi jangan mau kedahuluan! ", dan mengutamakan pembelaan/keselamatan". Jadi harus tetap waspada, tetapi tidak lepas pula dari pada keharusan untuk memupuk keluhuran budi, sesuai dengan Pancasila.
Bangsa Indonesia mencintai perdamaian, tetapi terlebih lagi mencintai Kemerdekaan dan Kedaulatannya. Perang sebasai jalan pemecahan terakhir, hanya di lakukan dalam keadaan ter- Paksa oleh bangsa Indonesia (G.B.H.N;112)
Berdasarkan salah satu ciri-ciri umum Pencak Silat Indonesia, adalah : Pencak Silat mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan, dari kuku pada ujung jari, jari kaki atau tangan sampai dengan rambut (terutama pada Wanita) untuk membela diri. (PB.IPSI:2).
Maka jelaslah bahwa pencak silat mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan untuk pembelaan dan serangan. Pembelaan dan serangan yang kita perlukan adalah pembelaan dan serangan yang baik, yaitu serangan yang tepat arahnya dan dilakukan dengan tenang yang sempurna.Untuk pelaksanaan tersebut diperlukan koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan. Koordinasi yang baik mempunyai unsur-unsur :
Keserasian sikap dan gerak serta tenega yang mantap Ketepatan mengukur aral: dan jarak terhadari sasaran
Serangan hendaknya dipandang sebagai alat dalam hubungan yang berkaitan dan terpadu dalam pembelaan diri. Pada pertandingan pencak silat olahraga kita harus ingat pada daerah sasaran yang sah. Sasaran bernilai yang diperkenankan adalah dari a, perut, punggung dan pinggang kiri dan kanan, sedangkan anggota badan beleh diserang dalarn batas tertentu, tapi tidak bernilai. Khusus untuk pertandingan teknik-teknik serangan dilatih pada sasaran yang diperkenankan. Jadi kita harus membedakan teknik-teknik untuk olahraga pertandingan dan untuk bela diri.
1.SERANGAN
Setelah kita mengetahui, memahami dan melakukan sikap dan gerak dasar pencak silat, serta pembelaan dasar selanjutnya dapatdikembangkan bentuk-bentuk serangan.Pengertian serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai sasaran tertentu pada tubuh lawan.
Pelajaran berbagai jenis dan bentuk serangan yang diberikan di sekolah, sebenarnya merupakan media untuk penerapan teknik pembelaan diri yang terbatas pada pengertian pencak silat sebagai olahraga. Serangan hendaknya dipandang sebagai alat dalam kontak yang berkaitan dan terpadu dalam pembelaan diri. Serangan dapat dibagi jenisnya berdasarkan alat yang digunakan untuk melakukan serangan, yaitu : A. Serangan lengan/tangan yang lazim disebut pukulan.
B. Serangan tungkai/kaki yang lazim disebut tendangan.
Terdapat pula teknik serangan dengan menggunakan bagian dari lengan atau tungkai, yaitu: sikuan, lututan, sapuan, kaitan, dan guntingan.
Setiap serangan mempunyai unsur:
Sikap tantan/kaki sebagai alat serang
Sikap kuda-kuda
Sikap tubuh
SERANGAN LENGAN
Serangan lengan dibagi menjadi :
a. Serangan tangan
Serangan tangan dibagi berdasarkan serangan melalui lintasan:
1) Depan
2) Bawah
3) Atas
4) Samping
Serangan lengan/tangan biasanya disertai dengan sikap kuda-kuda depan dengan melangkah ke depan atau serong kiri/kanan. Bergantian kiri atau kanan, berdasarkan arah 8 (delapan) penjuru mata angin. a. Melalui depan, antara lain:
Tobak, pukulan telapak tangan
Tinju, tangan dikepalkan Dorong, dua telapak tangan Sodok, telapak tangan telentang
Bendul, mengayunkan kepalan
SERANGAN LENGAN DEPAN
SRANGAN BAWAH
Bandul/catok (upper cut dalam tinju)
Sanggeh, pangkal telapak tangan, serangan ke dagu Colok/tusuk
Melalui atas, antara lain:
Tumbuk
Pedang Tebak
Perhatikan serangan tangan melalui atas, mengenai bentuk tangannya, sasaran mana yang dikenakan, serta ingat lintasan dari atas, Titik awal serangan kira-kira dari depan telinga. Serangan tangan kanan, titik awal serangan dari telinga kanan.
Melalui Samping, antara lain:
Pedang, sisi telapak tangan
Tampar, telapak tangan
Kopret, pungsung tangan
SERANGAN SIKU
Serangan dengan siku jarak antara kita dengan lawan dekat. Serangan dengan menggunakan siku dapat dilakukan dengan arah serangan ke:
Depan
Sorong
Samping
Atas
Bawah
Belakang
Petunjuk Latihan.
1) Latihan serangan lengan/tangan dilakukan dengan sikap awal, sikap tegak 2 (dua kepal di pinggang), sikap tegak 3 (dua kepal di dari a), atau sikap tegak 4 (dua silang di dari a), dengan arah langkah 8 (delapan) penjuru mata angin.
2) Kemudian ditingkatkan dengan sikap serangan, dengan langkah dalam bentuk-bentuk serangan yang bermacam macam. Diteruskan dengan latihan bebas, merangkai serangan dengan elakan dan tangkisan.
3) Latihan memadu serangan dan pembelaan (elakan, tangkisan) sudah dapat dimulai dengan pemahaman teknik, dilakukan berhadapan dalam jarak jangkauan maupun lebih dari jangkauan.
4) Pedoman untuk latihan canda/sambung:
a. Melatih sikap tegak dan sikap pasang dengan langkah-langkah saling berhadari an dalam jarak yang cukup.
b. Secara bergantian melakukan serang bela dengan terpimpin, tidak terlalu cepat. Serangan dilakukan dengan sasaran yang jelas dan lintasan yang betul, begitu juga elakan dan tangkisan. Untuk latihan, serangan ke arah sasaran leher keatas dan alat vital tidak diperkenankan. Sasaran serangan ke arah togok, dilakukan dengan kontrol.
c. Metoda yang mudah untuk pemahaman dalan bermain ganda atau sambung adalah metoda jual-beli, yaitu yang menjual membuat sikap pasang menunggu serangan, sedangkan yang membeli dapatlangsung menyerang, atau membuat penasaran dengan merubah sikap pasang yang lebih menguntungkan.
d. Setelah secara terpimpin para siwa dapatdasar-dasar sambung, maka dapatdilakukan berlatih ganda secara
bebas. Untuk itu sebaiknya agar dipergunakan pelindung badan untuk pertandingan olahraga.
4.SERANGAN TUNGKAI
Selain lengan/tangan juga dipakai kaki untuk serangan, sangat berperan sekali. Apalagi dalam pertandingan pencak silat olahraga nilainya 2 (dua). Sedangkan serangan tangan/siku nilainya hanya 1 (satu). Pada umumnya kaki lebih penjang dari pada lengan/tangan. Kaki lebih kuat tenaganya, tetapi keleluasaan gerak kurang dari pada lengan/tangan. Rasa gerak lebih tinggi lengan/tangan. Bagi mereka yang mempelajari Pencak silat kekuatan dan kelemahan dapat dan patut diperhatikan. Diperhitungkan keuntungan dan kerugiannya. Hendaknya dipadukan antara sistem yang mengutamakan lengan/tangan dan tungkai/kaki.
Serangan tungkai terdiri dari:
Serangan kaki, dan
Serangan lutut
Pada serangan tungkai berlaku pula bentuk dan lintasan sebagaimana lengan/tangan. Walaupun dalam pencak silat terdapat macam ragam serangan tungkai, tetapi pada dasarnya berpangkal pada gerak dasar kaki itu sendiri. Bila kita mampu menendang dalam arti memasukkan tenaga kita dengan tendangan ke arah tubuh (bagian badan) lawan, pastilah kita harus mengangkat paha. Paha akan terangkat datar baru dilanjutkan dengan tendangan sesuai dengan bentuk dan lintasannya. Dengan sendirinya tekniknya berkaitan dengan posisi dan sikap kedudukan lawan. Bila kita melancarkan tendangan kaki akan berdiri/bertumpu pada satu kaki, sehingga perlu sikap keseimbangan yang baik.
Pada tendangan tidak berbeda dengan serangan lengan/tangan, dimana terdapat bermacam-macam penggunaan variasi bagian kaki :
1. Punggung kaki
2. Tumit kaki
3. Telapak kaki
4. Sisi kaki
5. Ujung kaki
6. Pergetangan kaki
Kesemuanya itu tergantung pada sikap pasang dan gerak gerik lawan. Sikap kita sendiripun janganlah diabaikan begitu saja dalam melancarkan serangan. Jelaslah tidak bebas 100% dalam melakukan serangan sekalipun kemauan kita itu tidak ada yang meningkat. Setelah mengetahui bahwa untuk melancarkan serangan atau serangan lutut, paha harus di angkat sampai mendatar +- 90 derajat. Bila telah mendatar barulah kita memberi
bentuk dan lintasan yang dihendaki sesuai dengan posisi lawan dan yang paling penting posisi kita sendiri.
a. Serangan Kaki
Secara umum serangan kaki disebut tendangan. Pada waktu melaksanakan atau badan dan lintasan gerakan dapat melalui:
Depan
Belakang
Samping
Busur
Sangat penting memahami sikap kuda-kuda sebagai awalan untuk melakukan teknik tendangan sikap tangan. Setiap tendangan mempunyai koordinasi bentuk tertentu. Latihanlah sikap dasar k warning up/pemanasan yang cukup agar tidak cedera otot dan sendi kaki. Otot otot kaki dipers otot yang panjang. Sendi paha, sendi lutut
Sikap kuda kuda untuk menendang
Tendangan belakang dan busur
b. Serangan Lutut
Seperti halnya dengan serangan siku, maka lututpun dapat dipakai untuk menyerang. Mendongkul perut posisi dari bawah keatas. Pada posisi miring pinggangnya dapat diserang dengan dengkul/lutut yang posisinya menyamping, kira-kira seperti pelari gawang. Serangan lutut dapat dilakukan dengan melalui bawah dan atas.
Lutut bawah lutut samping tendangan busur belakang
Petunjuk latihan:
1. Latihan dasar tendangan dilakukan dengan sikap awal , sikap tegak 2, sikap tegak 3, atau sikap tegak 4. Dasar untuk melakukan tendangan yang baik adalah keseimbangan sikap tegak dengan satu kaki, maka latihan mengangkat satu kaki perlu diberikan terlebih dahulu. Kemudian latihan dasar menendang dengan sikap awal kuda-kuda. Setelah menendang, tungkai bagian bawah cepat-cepat ditarik kembali seperti pegas (sendal pancing). Penggunaan tenaga +80 %.
2. Selanjutnya dilakukan latihan bentuk-bentuk tendangan dengan sikap tubuh dan sikap tangan dimulai dari latihan tendangan depan. Latihan setempat dapat ditingkatkan dengan latihan melangkah dan merangkai.
3. Latihan tendangan harus disertai pemahaman adanya elakan dan tangkisan serta pembelaan lainnya yang menjadi pedoman pembelaan.


















































kontennya sangat bermanfaat
ReplyDeleteMakasih mbak
ReplyDeleteBener " mendalami sekali serta sangat bermanfaat 👍
ReplyDeleteFoto gerakan dan penjelasan sangat bermanfaat. Merdeka bung!!!
ReplyDeleteSangat bagus, penjelasannya mudah di mengerti
ReplyDelete